7 Komoditi Pangan Yang Ditetapkan Acuan Harganya

811

Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba, dilanjutkan dengan Syawal, saat masyarakat berlebaran. Biasanya harga-harga segera berlomba naik. Karenanya Pemerintah RI, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, telah mengambil kebijakan menetapkan acuan harga pangan. Semuanya ada tujuh komoditi pangan dasar yang diatur.

Ke-7 (tujuh) komoditas pangan, yaitu beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi.

Tujuannya bukan saja untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga tapi juga demi kepentingan produsen.

“Kami berharap para petani lebih sejahtera, para pedagang mendapat keuntungan yang wajar dan konsumen mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” tegas Mendag Enggar di Jakarta saat meluncurkan peraturan itu.

Tapi itu terjadi pada bulan September 2016. Peraturan itu juga dinyatakan hanya berlaku selama empat bulan.  Artinya saat ini sudah tidak berlaku lagi, dan belum terdengar apakah telah diperbarui atau diperpanjang.

Penetapan tujuh komoditas pangan ini tertuang dalam Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/09/2016 tentang Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Penetapan ini sekaligus sebagai tindak lanjut amanat Perpres No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Dalam Permendag ini, ditetapkan dua jenis harga acuan untuk tiap komoditas, yaitu harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen.

”Fluktuasi harga ketujuh komoditas tersebut akan dipantau terus-menerus. Jika harga pembelian di bawah harga acuan dan harga penjualan berada di atas harga acuan, maka pemerintah akan melakukan langkah-langkah stabilisasi harga,” janji  Mendag.

Penetapan harga acuan tersebut diharapkan dapat mengendalikan harga di tingkat konsumen, tapi tetap menguntungkan bagi petani dan peternak. Harga acuan juga menjadi referensi bagi Perum BULOG dan/atau BUMN lainnya dalam melaksanakan penugasan Pemerintah terkait upaya stabilisasi harga.

Paling tidak konsumen bisa mengacu pada daftar harga acuan di bawah ini untuk memantau apakah di pasaran telah terjadi lonjakan harga atau relatif stabil. Kasus yang jelas adalah cabe merah, pernah mencapai Rp 100.000/kg, padahal harga acuannya sekitar Rp 30.000/kg.

Berikut ini harga acuan petani dan konsumen:

Harga Beras
Harga acuan pembelian beras di petani

Rp 3.700 (gabah kering panen),

Rp 4.600 (gabah kering giling),

Rp 7.300 (beras);

Harga acuan penjualan di konsumen

Rp 9.500;

Harga Jagung

Harga acuan pembelian jagung petani

Rp 3.150 (kadar air 15%),
Rp 3.050 (kadar air 20%),
Rp 2.850 (kadar air 25%),
Rp 2.750 (kadar air 30%), dan Rp 2.500 (kadar air 35%);

Harga acuan penjualan konsumen

Rp 3.650 (curah) dan Rp 3.750 (kemasan);

Harga Kedelai

Harga acuan pembelian kedelai petani

Rp 8.500 (lokal) dan Rp 6.550 (impor);

Harga acuan penjualan ke pengrajin tahu/tempe

Rp 9.200 (lokal) dan Rp 6.800 (impor);

Harga Gula

Harga acuan pembelian gula petani

Rp 9.100 dan Rp 11.000 (harga lelang);

Harga acuan penjualan konsumen

Rp 13.000;

Harga Bawang Merah

Harga acuan pembelian bawang merah petani

Rp 15.000 (konde basah),

Rp 18.300 (konde askip),

Rp 22.500 (rogol askip);

Harga acuan penjualan konsumen

Rp 32.000;

Harga Cabai

Harga acuan pembelian cabai petani

Rp 15.000 (cabe merah besar/keriting),

Rp 17.000 (cabe rawit merah);

Harga acuan penjualan konsumen

Rp 28.500 (cabe merah besar/keriting),

29.000 (cabe rawit merah);

Harga Daging Sapi dan Kerbau

Harga acuan penjualan daging sapi konsumen

Segar/chilled : Rp 98.000 (paha depan),

Rp 105.000 (paha belakang),

Rp 80.000 (sandung lamur), Rp 50.000 (tetelan);

Beku : Rp 80.000 (daging sapi), Rp 65.000 (daging kerbau).