Awas, Terjangkit Compulsive Buying!

980

Oleh Prof Ujang Sumarwan

Compulsive Behavior akan menghasilkan compulsive buying behavior and consumption behavior yaitu perilaku belanja dan konsumsi barang dan jasa yang berlebihan.

Perilaku ini seringkali tidak mempertimbangkan kemampuan daya beli dan mengorbankan pendapatan masa depan (future income) untuk membiayai konsumsi masa kini.

Bagi keluarga atau konsumen yang tidak mampu mengelola keuanganya dan perilaku belanja yang berlebihannya akan mengakibatkan timbulnya berbagai masalah sosial dan ekonomi bagi konsumen tersebut.

Salah satu contoh negara yang memiliki sangat banyak konsumennya yang berperilaku belanja berlebihan tanpa didukung daya beli yang cukup dan mengandalkan kredit adalah Amerika Serikat. Masalah sosial dan hukum yang timbul akibat perilaku tersebut adalah semakin meningkatnya angka consumer bankruptcy alias kebangkrutan di Amerika. Inilah dampak buruk dari consumer credit dan kartu kredit yang tidak digunakan dengan bijak.

Compulsive buying behavior sendiri dipicu oleh keinginan bukan oleh kebutuhan. Mari kendalikan perilaku belanja dan konsumsi berlebihan untuk diri kita dan keluarga kita. Mari kita berhemat untuk diri kita, namun belanjakan dan berikan yang kita hemat tersebut untuk konsumen lain yang membutuhkan. Jangan sampai terjadi kita berperilaku belanja dan konsumsi berlebihan sehingga tidak ada lagi sumberdaya yang bisa kita berikan kepada konsumen lain yang membutuhkan.

Mari kita yakini bahwa semua kekayaan yang kita miliki terdapat di dalamnnya hak konsumen lain yang membutuhkan. Mari kita bagikan hak mereka.

Salam Konsumen Bijak dan Cerdas.