Menjual E-Toll, Bank BUMN Dinilai Menipu Publik

2759

Pemaksaan penggunaan  kartu e-toll  terbukti banyak menimbulkan masalah  akibat ketidaksiapan berbagai pihak.  Bahkan, ditengarai terjadi penipuan konsumen oleh salah satu bank BUMN, yang menjual kartu e-toll. Yakni BRI dan Bank Mandiri yang menjual e-toll dengan harga berbeda.

Agus Pambagyo, pejuang perlindungan konsumen dan pengamat kebijakan publik, mengatakan bahwa ketidaksiapan operator jalan tol, Badan Pengelola Jalan Tol Kemen PUPR, perbankan, BPTJ, menjadi penyebab kesemrawutan tersebut.

“Bagaimana bisa dua  bank (yang saya sudah uji lapangan) memberikan harga kartu yang berbeda? Bank Mandiri harga kartu Rp. 50.000 dana yang ada di kartu Rp. 30.000 sedangkan Bank BRI harga kartu Rp. 50.000 dan dana yg ada Rp. 40.000. Hebat karena ini penipuan publik dara bank BUMN,” ujarnya.

Anehnya pemasaran kartu tersebut, menuruit Agus,  memaksa konsumen untuk membeli karena isi ulang kartu di Pintu tol ditiadakan, jika saldo kartu kurang. Jadi konsumen tidak punya pilihan dan dipaksa jadi kolektor kartu plastik.

Akibatnya terjadi kemacetan panjang di GTO. Jadi sekarang melewati tol mana saja harganya naik Rp 10 – 20 ribu. Parah betul pemerasan ini,”  tandas alumni Universitas Washington, AS tersebut.