Panduan Menyelesaikan Sengketa di Luar Pengadilan

935

Namanya sengekta yang harus diselesaikan.  Undang-undang Perlindungan Konsumen (UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ) telah menyediakan dasar hukum bagi sengketa konsumen ini. Tapi, sebagaimana proses hokum apa pun, penyelesaian sengketa konsumen dipengadilan akan tidak mudah, memakan waktu panjang, biaya dan tenaga, dan belum tentu dimenangkan.

Karena itu, dengan dasar hukum yang sama selain beberapa peraturan perundangan lain yang relevan dengannya, kita bisa menyelesaikan sengketa ini di luar pengadilan.  Istilah keren, Alternative Dispute Resolution (ADR), yang intinya ya selesaikan sengketa secara “perdamaian”. Biasanya lebih mudan dan murah, serta cepat.

adr

Apa sajakah penyelesaian sengketa di luar pengadilan ini? Berikut jenis dan pengertiannya.

Selain pengertian diatas terdapat pula jenis dan fitur ADR atau BPS.

ADR umumnya dibedakan paling tidak menjadi empat jenis: negosiasi, mediasi, konsultasi, konsiliasi, penilaian ahli, penyelesaian masalah melalui pola tradisional lokal dan arbitrase,antara lain :

 

 

Negosiasi
Arti kata negosiasi adalah perundingan. Namun secara umum negosiasi dapat diartikan sebagai upaya penyelesaian sengketa para pihak dengan cara berhadapan langsung mendiskusikan secara transparan, a untuk mencapai kesepakatan bersama. Jadi win-win solution. Cara ini paling cepat, murah, dan bisa tetap menjagahubungan baik.

Mediasi
Arti kata mediasi adalah “menengahi”. Jadi, melibatkan pihak ketiga, yaitu Mediator.  Dalam kontek penyelesaian sengketa, Pola mediasi adalah upaya penyelesaian sengketa dengan cara menengahi para pihak yang bersengketa. Fungsi Mediator itu sebagai Wasit, sedang yang memutuskan sengketa tetap  para pihak yang berperkara. Mediator harus bersikap netral dan dapat diterima oleh para pihak. Mediator dipilih dari tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh permepuan, tokoh agama,  yang mengetahui, memahami dan mengerti pokok masalah yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa.

Mediator yang dipilih bisa bersifat tetap atau ad hoc. Proses mediasi relative cepat, berlangsung antara 1-3 haru, paling lama satu bulan.

Konsiliasi

Konsiliasi adalah upaya penyelesaian sengketa dengan cara meminta masukan dari pihak yang diyakini sebagai pihak ketiga yang  memfasilitasi penyelesaian sengketa. Konsiliator  yang dimintai konsultasi oleh para pihak adalah narasumber yang memiliki kompetensi yang jelas, dan bisa mengajukan usul solusi.

Penilaian Pakar

Ini merupakan proses yang sifatnya privat yang dilakukan oleh seorang atau beberapa orang pakar di bidang sengketa konsumen. Penilaian pakar  berupa keterangan tertulis yang merupakan hasil telaahan ilmiah berdasarkan keahlian yang dimiliki untuk membuat terang pokok sengketa yang sedang dalam proses. Penilaian pakar ini sifatnya mengikat.

Evaluasi Netral

Merupakan teknik privat dan tidakmengikat yang melibatkan pihak ketiga. Biasanya orang yang memilikikualifikasi hokum, yang memberikan pendapat mengenai kemungkinan hasilakhir di pengadilan sebagai landasan bagi perundingan penyelesaian sengketa.

Arbitrase
Arbitrase berasal dari bahasa latin arbitrare yang berarti kekuasaan untuk menyelesaikan suatu perkara menurut kebijaksanaan. Ini merupakan salah satu proses formal, privat, dan mengikat. Dalam hal ini ditunjuk satu atau beberapa orang pihak ketiga yang diberi kewenangan untuk memutuskan suatu perkara. Hampir sama dengan mediasi.   Bedanya dalam mediasi mediator tidak berhak memutus perkara sedang arbitrator memiliki kewenangan untuk memutuskan suatu perkara.

Ajudikasi

Adalah proses yang melibatkan pakar yang diberi instruksi untuk mengatur masalah teknis yang bersifat mengikat untuksementara, hingga proses lanjutan disepakati.