Daya Beli Konsumen Bakal Turun pada 2017

782

Oleh Sigid Kusumowidagdo

Ketika harga-barang  beberapa bahan pokok tertentu naik tanpa diimbangi dengan pertambahan pendapatan masyarakat maka pendapatan masyarakat akan berkurang untuk membeli bahan bahan kebutuhan yang lain sehingga umumnya akan mengurangi penjualan bahan kebutuhan lain. Ini berarti daya beli (purcahasing power) masyarakat secara umum akan berkurang, maka penjualan akan berkurang.

Jika barang-barang kebutuhan tidak naik penjualannya, akibatmya produsen akan mengurangi produksi . Jika produksi dikurangi maka para buruh di industri yang pembelinya turun akan ada pengurangan buruh. Turunnya daya beli masyarakat akan dapat mengakibatkan produksi dan tenaga kerja berkurang.

Di 2017 akan ada beberapa bahan pokok yang akan terkena kenaikan harga, yang akan  berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

1.  Kenakan biaya listrik bagi rumah tangga dengan daya listrik 900 VA (watt), akiabt pengurangan sunsidi. Maka rumahtangga yang menikmati harga listrik sebelumnya berkurang dari 22,9 juta rumah tangga menjadi tinggal.4,05 juta ruma htangga.

2. Kenaikan biaya listrik bagi rumah tangga dengan daya listrik 450 VA, akibat  pengurangan  subsidi . Maka rumah tangga yang menikmati harga listrik sebelumnya 23 juta rumah tangga menjadi tinggal 19,1 juata rumah tangga.

3. Pembatasan penjualan Elpiji 3 kg yang harganya disubsidi akan dibatasi dengan sistem tertutup. Hanya disalurkan kepada yang benar-benar miskin (dengan kriteria tertentu). Ini sama dengan pengurangan pembeli Elpiji 3 kg . Ini akan banyak berpengaruh kepada pedagang kecil (warung,pedagan gorengan,makanan jalanan) , yang menggunakannya sebagai alat produksi untuk menjual makanan (siap saji) yang digoreng maupun yang direbus sehingga menaikkan ongkos produksi dan mengurangi pendapatan pedagang kecil.

Pengalaman di awal 2016 kenaikan harga-harga  itu akan mengurangi daya beli masyarakat untuk mengkonsumsi barang yang cepat terjual /barang konsumen (fast moving consumer goods) sehingga produksi akan dikurangi.  Di 2017 dari sisi moneter  pasokan uang belum banyak akan berubah. Penerapan kebijakan moneter akan ketat, penurunan suku bunga khususnya kredit konsumsi akan sulit dilakukan. Secara umum konsumsi masyarakat akan berkurang, dengan akibat akan turunnya produksi.