Di Banggai Dinar Dirham Mulai Dipakai

471

Kabupaten Banggai, dengan ibu kotanya Luwuk, yang indah berpanorama pantai dengan air yang begitu jernih. Pekan ini sebuah peristiwa bersejarah berlangsung di Kota Luwuk. Koin Dinar emas dan Dirham perak mulai dipakai di Banggai. Ini berkat kedatangan tiga orang dari Amirat Indonesia, Bpk Irawan Santoso Siddiq, Bpk Catur Panggih dan Bpk Mizar Neta, yang membawa 100 keping Dirham. Sebanyak 50 Dirham di antaranya adalah zakat mal yang akan dibagikan di kalangan mustahik di Luwuk.

Selama kunjungan di Luwuk mereka bertiga disambut hangat oleh masyarakat Luwuk. Bpk Agus Muhamad, seorang wiraswastawan, pemilik sebuah Kafe, Coffee Corner, langsung menyatakan menerima pembayaran dengan Dirham perak. Kemarin siang, tak ayal, terjadilah transaksi pertama di Kafe tersebut, tujuh gelas es kacang dibayar dengan sekeping Dirham.

Selain Kafe Coffee Corner, yang terletak di Simpang Lima, sebuah kedai Distro Adventure, Distro Eddelweiz, juga langsung menyatakan menerima pembayaran dengan Dinar dan Dirham.

Di Distro Edelweiz ini Bpk Irawan Santoso membeli kaos bertuliskan khas Luwuk. Distro EDWZ (Edelweiz) ini milik Sidi Agil warga  kota Luwuk.

“Dua Dirham perak ditukar dengan kaos khas bertuliskan Kota Luwuk. Muamalah mulai terus berjalan di kota Luwuk, Sulawesi Tengah. Insha Allah,” ujar Bpk  Irawan.

Dinar emas adalah koin emas 22K seberat 4.25 gr. Dirham perak adalah koin perak sebesar 2.975 gr. Keduanya merupakan koin sunnah yang diajarkan Rasul SAW untuk bertransaksi, khususnya untuk membayar zakat mal, bersedekah, membayar mahar, berutang-piutang, dan berjual beli barang dan jasa.

Pengenalan kembali Dinar dan Dirham akan membuat perekonomian masyarakat sangat kuat. Keduanya tidak mengenal inflasi. Sejak di zaman Nabi SAW 1 Dinar emas selalu mendapatkan 1-2 ekor kambing, sedang 1 Dirham mendapatkan 1 ekor ayam.

Berbagai kesultanan di Nusantara pun dulunya menerbitkan dan menggunakan koin emas dan koin perak sebagai alat tukar, meskipun tidak mengikuti standar dinar dan dirham yang syar’i. Saat ini Dinar dan Dirham kembali dicetak dan diedarkan oleh Kesultanan Bintan Darul Masyhur (KBDM), Amirat Indonesia, dan dalam waktu dekat oleh Mangku Negeri Tanjung Pura, Ketapang, Kalimantan Barat.

Dinar emas dan Dirham perak dapat diperoleh juga melalui penukaran uang kertas di wakala-wakala terdekat. Daftar Wakala dapat dilihat di situs www.wakalaindukbintan.com