Estimasi Nilai Rupiah 2017, Bakal Turun Mendekati Rp 14.000

658

Berikut adalah ramalan nilai rupiah terhadap dolar AS dengan menggunakan Trading Economics Global Macro Models and Analyst Expectation atau juga disebut model perhitungan Autoregressive Integrated Moving Average Calibrated using analyst expectation, sebagaimana disampaikan oleh Dr Sigid Kusumowidagdo.

Ramalan nilai rupiah per satu dolat A.S 2016 sampai 2020, adalah sebagai brikut:

KondisiAktual Rp. 13,316

Kuartal 2/2017 = Rp 13,400

Kuartal 3/2017 = Rp. 13,600

Kuartal 4/2017 = Rp 14, 000

Kuartal 1/2018 = Rp.13,800

Tahun 2020 = Rp 16,000

Estimasi rupiah akan diperdagangkan angaka mendekati Rp 14.000, tepatnya pada Rp 13,800 dalam jangka  waktu 12 bulan ke depan.

Tentu ramalan tersebut di atas, walau dengan metode perhitungan dan analisa sebaik apapun masih bisa meleset hitungannya. Namun  kecenderungannya (naik atau turun) lebih kuat untuk bisa dipastikan.

Beberapa akibat dari kecenderungan rupiah seperi di atas ada beberapa keadaan yang bisa diperhitungkan akan terjadi yaitu:

1.Bagi pemilik dana swasta atau individu cenderung untuk menyimpan uangnya dalam dolar sebagai akibatnya sukar bagi nila rupiah untuk naik.

2. Bagi pemerintah atau pihak swasta yang mempunyai utang dalam dolar atau mata uang asing kondisi di atas akan mempersulit. Bagi perusahaan lokal yang utangnya serta pengeluarannya dalam dolar/mata uang asing sedangkan pendapatannya dalam rupiah keuangannya akan makin berat.

3. Sebaliknya perusahaan yang pengeluarannya dalam rupiah dan pendapatannya dalam dolat keuntungannya bertambah banyak.(asalkan bahan baku untuk produksinya tidak diimpor dengan dolar).

Secara umum bisa disimpulkan dengan mata uang rupiah yang diramalkan seperti itu, jika ekspor yang selama 3 tahun (2016-2016) beturut-turut turun dan berlanjut ,keadaan ekonomi Indonesia di tahun 2020 akan lebih sulit.