Hak Privasi Konsumen Dihapus. Kembali Simpan Uang di Bawah Bantal?

665

Terbitnya peraturan terkait dengan pertukaran informasi keuangan secara otomatis (Automatic Exchange of Financial Account Information) yang tertuang dalam Perpu Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,  Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan pada 8 Mei 2017, telah menghapus hak privasi konsumen perbankan. Tak ada lagi rahasia perbankan yang harus dijaga.

Dengan aturan itu Direktur Jenderal Pajak berwenang mendapatkan akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan dari lembaga jasa keuangan yang melaksanakan kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga jasa keuangan lainnya dan/atau entitas lain yang dikategorikan sebagai lembaga keuangan sesuai standar pertukaran informasi keuangan berdasarkan perjanjian internasional di bidang perpajakan.

Dalam Perpu itu juga disebutkan lembaga jasa keuangan atau entitas lainnya wajib memberikan laporan informasi keuangan paling sedikit memuat identitas pemegang rekening keuangan; nomor rekening keuangan; Identitas lembaga jasa keuangan; saldo atau nilai rekening keuangan; dan penghasilan yang terkait dengan rekening keuangan.

Peraturan ini  jelas berpotensi pihak bank untuk sewenang-wenang. Apa solusinya bagi konsumen?

Haruskah kembali menyimpan  uang di  bawah bantal?

Solusiinya adalah alihkan harta simpanan konsumen dalam bentuk harta lain yang sama likuidnya tapi jauh lebih aman daripada uang kertas, yaitu emas. Sekarang telah tersedia koin emas dinar di samping emas batangan. Sedangkan untuk yang nilainya lebih kecil bisa menggunakan koin perak (dirham).