Panduan Memilih Baby Walker

508

Baby walker dianggap mampu membantu mempercepat anak balita belajar berjalan. Tapi juga ada risikonya.  Seringkali baby walker dianggap meringankan orang tua mengasuh anak, karena bisa “mandiri”. Tapi sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Consumer Union, menyimpulkan sebaliknya.

Dari penelitian itu diketahui anakyang suka memakai baby walker justru lebihlambat berjalan. Mereka berjalan dengan kaki yang kaku, langkah pendek, serta sering terdorong ke depan, dibandingkan anak yang tidak memakai baby walker.

The American Academy of Pediatrics juga menunjukkan banyaknya kerugian penggunaan baby walker. Bayangkan, ada sebanyak 28.500 kecelakaan terjadi karena baby walker.  Kecelakaan terjadi pada anak-anak di bawah umur 15 bulan.  Tiga jenis kecelakaan paling umum adalah: jatuh dari undakan, terguling, dan terbakar atau tersiram cairan panas.

Informasi serupa juga diperoleh di Eropa.  Komisi Eropa telah meminta organisasi konsumen  untuk melakukan investigasi keamanan baby walker.  Baby walker memang dengan sangat mudah bergerak, bis ameluncur dalam kecepatan yang bis amembahayakan anak.  Pergerakan anak dalam baby walker acap kali mendadak dan lebih cepat dari yang diperkirakan.  Ada catatan kecepatan baby walker bisa mencapai sekitar 10 km/jam.

Masalah akan memburuk kalau orang tua memperlakukan baby walker jadi semacam “baby sitter”. Anak dibiarkan asyik sendiri, sementara orang tua sibuk dengan kegiatannya sendiri. Bayangkan kalau si anak menjejakkan kaki, mengarahkan baby walkernya kea rah depan, meluncur menuju pintu yang lupa ditutup!

Kalau sudah terlanjur memgeli dan mempunyai baby walker  tip-tip berikut ini akan membantu:

  • Pastikan anak selalu berada dalam pengawasan orang dewasa saat menggunakan baby walker.
  • Pastikan semua pintu keluar tertutup, atau beri penghalang, untuk mencegah anak tergelincir atau jatuh dari tangga atau undakan.
  • Gunakan baby walker hanya di permukaan lantai yang datar untuk mencegah anak terguling.
  • Jangan menggunakan baby walker jika anak menyertai Anda beraktivitas di dapur. Jauhkan benda-benda panas atau berat dari jangkauan anak.
  • Bila perlu, ikat baby walker pada tiang yang kokoh, sehingga anak hanya bergerak pada ‘radius’ tiang saja.
  • Pastikan baby walker Anda mempunyai label peringatan dan cara pakai yang jelas
  • Perhatikan agar baby walker tidak mudah melipat secara tidak sengaja dan mempunyai sambungan yang kokoh.
  • Baby walker tidak memiliki bagian-bagian kecil yang mudah terlepas dan memungkinkan anak memasukkannya ke dalam mulut.