Kebebasan Berjual Beli di Pasar Muamalah, dengan Koin Perak sebagai Alat Tukar

927

Seorang kakek yang nampak cukup tua meminati sebotol madu hitam. Harganya, dalam rupiah Rp 58.000. Tapi kakek itu tidak mengeluarkan uang kertas rupiah saat membayarnya, melainkan sekeping Dirham perak. Daya belinya setara Rp 70.000. Maka kakek itu pun masih mendapatkan tambahan minyak kayu putih dengan volume 30 ml seharga Rp 12.000. Si penjual menerimanya dengan suka rela.

Itulah suasana jual beli di Pasar Muamalah, Tanah Baru, Depok, kemarin, Ahad 23 Juli 2017. Ini pemandangan yang rutin berlangsung sebulan sekali. Orang-orang berjual beli secara bebas memilih alat tukarnya. Dalam hal ini koin perak Dirham, seberat 2.975 gr.

Pasar Muamalah memang unik. Para pedagang tidak ditarik sewa. Tidak ada pajak. Dan tak boleh ada riba. Alat tukar dipilih secara bebas asal redhosama redho, antara penjual dan pembeli.

Tempatnya di halaman Sekolah Muamalah, Tanah Baru. Diselenggarakan oleh Baitulmal Nusantara (BMN) yang juga secara rutin menarik dan membagtikan zakat dalam bentuk dirham perak dan dinar emas.

Bagi konsumen yang hendak datang berbelanja, silakan cermati tanggal-tanggal diselenggarakannya Pasar Muamalah. Biasanya pada pekan ke-3 setiap bulan. Harinya Ahad.