Maunya Swasembada, Nyatanya Impor Pangan Melonjak

739

Pemerintah Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bertekad mencapai swasembada pangan beras, jagung dan kedelai pada tahun 2017 dan bertekad mecapai swasembada gula dan daging pada 2018 dan 2019. Namun, menurut data Badan Pusat Statistik 16 Maret 2017 impor beras justru naik dari 2000 ton (US $ 1,08) juta di Januari- Pebruari 2016 melonjak menjadi 14,473 ton senilai (US $ 11,9 Juta) di bulan Januari- Februari 2017.

Pengamat ekonomi, Dr Sigid Kusumowidagdo,  mengkiritisi kenyataan ini, dan menunjukkkan data-data berikut:

JANUARI-PEBUARI 2017 IMPOR BERAS terdiri dari;
1. Pakistan 6500 ton= US $ 2,19 juta
2, India 3510 ton= US $ 1,27 juta
3.China 2,213 ton=US $ 7,33 juta
4.Thailand 1,500 ton= US $ 8,91 juta
5.Vietnam 750 ton= US $ 247 ratus ribu

JANUARI – PEBRUARI 2017 IMPOR BAHAN PANGAN LAIN terdiri dari;
1,Jagung 68,883 ton = US $ 15,26 juta
2,Kedelai 591,413 ton = US $ 266,38 Juta
3 Biji Gandum & Mesi 1,62 juta ton =US $ 359 juta
4.Tepung Terigu = 10,000 ton= US $ 2,99 juta

“Demikianlah,  maka swasembada bahan-bahan pokok yang utama mengalami kegagalan, ” tulis Dr Sigid.

Kita harap rencana program swasemba tetap diusahakan sampai akhir 2017 dan tahun selanjutnya karena akan mengurangi pengeluaran devisa untuk impor.  Dan impor juga akan menyebabkan tertekannya harga-harga produksi dalam negeri serta merugikan petani lokal.