Ini Sebab Meluasnya Dukungan Boikot Starbuck

1100

Gara-gara CEO Starbucks, Howard Mark Schultz secara terang-terangan  mendukung kesetaraan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), timbul seruan agar masyarakat tidak lagi membeli dan jajan di kafe tersebut. Seruan bahkan  meminta agar Pemerintah Indonesia pun mencabut izin operasional gerai kedai kopi asal Amerika Serikat tersebut.

Satu ormas Islam besar di Indonesia,  Muhammadiyah, secara resmi turut menyatakan memboikot Starbuck. Di berbagai kalangan di medi sosial juga terjadi perdebatan seru tentang hal ini. Yang menjadi masalah lebih serius dari posisi Starbuck adalah bukan saja mereka mendukung LGBT tapi mulai terindikasi antipernikahan tradisional. Inilah yang menjadi alasan meluasnya dukungan boikot.

Sampai-sampai sebagian kalangan di DPR pun mendukung gerakan ini. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mujahid mengatakan, pernyataan CEO Strbucks, Howard Schultz sangat bertentangan dengan Pancasila.

Ir Bayu Krisnamurti, yang pernah menjadi PLT Menteri Perdagangan RI, dalam Grup Association for Marketing and Consumer Behaviour (AMCBE) mengatakan “Saya sih paham kalau ada yang tidak anti-LGBT. Tapi kalau malah sampai anti ‘traditional marriage’?”

Gerakan boikot atas Starbuck sendiri tidak cuma terjadi di Indonesia. Di  berbagai negara lain pun ada seruan serupa.