Panduan Bijak Mengkonsumsi Antibiotik

605

Antibiotik adalah obat yang harus disikapi dan diperlakukan secara hati-hati.  Penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana dapat menyebabkan terjadinya resistensi atau kekebalan dari bakteri terhadap antibiotik.  Akibatnya justru  penyakit tidak kunjung sembuh, sementara efek samping yang ditimbulkannya bisa sangat berbahaya. Resistensi bisa sangat merugikan masyarakat secara keseluruhan, bila bakterinya menjadi bertambah “ganas”.

Maka, antibiotik harus diminum sesuai dengan keperluan, sebagaimana  instruksi dokter  dan harus sesuai denganh dosisnya.  Tapi, pertama-tama perlu diketahui dahulu, bahwa tidak setiap penyakit memerlukan antibiotik. Penyakit yang bersumber dari virus, dan bukan bakteri, tidak memerlukan antibiotik.

Umumnya konsumen, misalnya,  banyak yang secara  serta-merta meminum antibiotik, hanya karena flu. Padahal tidak semua flu dan pilek membutuhkan antibiotik dalam penanganannya.  Kadang hanya perlu istirahat, menunggu sampai virus dan flu berlalu. Atau cukup dengan meminum rebusan jahe atau jamu herbal lainnya.

Saat betul-betul  harus mengkonsumsi antibitoik, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Jangan membeli antibiotik sendiri tanpa resep dokter walaupun obat tersebut bisa dibeli di apotek atau bahkan took obat tanpa resep. Karena Anda tidak tahu persis berapa dosis dan jumlah yang harus diminum. Jangan percaya begitu saja kepada rekomendasi teman, petugas apotik, atau berpegangan kepada pengalaman sebelumnya.
  2. Minum antibiotik sesuai dosis yang diresepkan dokter, jangan kebanyakan atau kekurangan. Habiskan antibiotik yang diresepkan dokter walau merasa badan sudah sehat, agar kalau sakit lagi obat tersebut masih manjur digunakan alias tidak resisten.
  3. Ingat antibiotik hanya untuk mengobati penyakit yang berasal dari bakteri (mikroba) seperti infeksi saluran kemih, radang tenggorokan.  Flu, dengan pilek dan batuk dan diare umumnya tak perlu antibiotik. Hanya perlu konsumsi makanan bergizi, minum dan istirahat. Jika 3 hari tidak sembuh segera ke dokter.
  4. Bertanyalah ke dokter, obat mana saja yang mengandung antibiotik dan apa manfaatnya, karena banyak obat dalam kombinasi antibitoik dan zakt aktif lainnya.
  5. Harap diketahui, dan diperhatikan, jenis antibiotik tertentu dapat menimbulkan alergi bagi penggunanya. Hentikan konsumsi antibiotik jika terjadi alergi. Konsultasikan dengan dokter antibiotik penggantinya. Dan ingat selalu jenis antibiotik yang menimbulkan alergi di masa depan, agar bisa dihindari.
  6. Ada baiknya bertanya, atau pelajari, efek samping berbagai jenis antibitoik terhadap tubuh manusia. Selalu minta kepada dokter agar memberikan antibiotik yang paling ringan dan paling kecil efek sampingnya, tanpa mengurangi efektifitasnya dalam pengobatan.