Panduan Mencegah Keracunan Makanan

852

Keracunan makanan merupakan salah satu insiden yang cukup umum. AKibatnya bisa sekadar rasa mual, muntah-muntah, tapi bisa mematikan. Tergantung dari jenis dan tingkat racun yang terkonsumsi. Keracunan makanan bisa diawali dari saat orang yang memanen, menangani, atau menyiapkan makanan dan tanpa disadari mengkontaminasi dari tangan mereka ke dalam makanan.  Keadaan bisa diperburuk selama bahan makanan dalam penyimpanan, dan penyajian.

Untuk mencegah penyebaran kuman dalam makanan  cuci tangan Anda dengan sabun dan air sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan. Juga  sebelum memberi makan kepada  anak Anda.

  • Mencuci atau mengupas semua buah-buahan dan sayuran yang dimakan mentah.
  • Jangan biarkan daging mentah, unggas, atau n ikanbersentuhan dengan makanan lain yang dimakan mentah. Selalu cuci tangan, pisau, dan talenan setelah memotong daging tersebut.
  • Hindari batuk, meludah, dan mengunyah seperti permen karet, dekat makanan sehingga air liur Anda dapat mencemari
  • Jangan biarkan hewan atau binatang peliharaan menjilat piring atau peralatan yang bersih. Jika memungkinkan, selalu bawa binatang keluar dari dapur.
  • Buang makanan yang telah mulai basi.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang paling umum dari makanan yang mulai membusuk:

  1. Berbau. Terutama aroma. asam
  2. Rasa tidak enak atau perubahan rasa
  3. Berubah warna (misalnya, perubahan daging dari merah ke coklat)
  4. Banyak gelembung/busa di bagian atas (misalnya, di atas rebusan tua atau sup) bersama dengan timbulnya bau
  5. Timbul lendir pada permukaan daging atau makanan yang dimasak

Makanan yang dimasak

Memasak makanan akan membunuh kuman. Semua jenis daging, ikan, dan unggas harus dimasak dengan baik.

Jika makanan mulai dingin, kuman dengan cepat mulai tumbuh lagi. Jika makanan tidak dimakan dalam waktu 2 jam, panaskan sampai sangat panas. Cairan harus menggelegak/mendidih.

Penyimpanan makanan

Bila mungkin, makan makanan segar saja. Jika Anda menyimpan makanan, tetap selalu  tertutup untuk melindunginya dari lalat dan serangga lainnya, dan debu.

Melindungi diri terhadap keracunan makanan, khususnya dari daging, ungags dan ikan.

Masak  daging, dan unggas secara menyeluruh untuk membunuh salmonella. Bakteri ini sangat sensitif terhadap panas dan hancur dimasakpada suhu 140 oF atau lebih tinggi. Untuk benar-benar aman, masak unggas sampai daging mencapai 180oF untuk memastikan penghancuran setiap salmonella yang mungkin ada. Bagian tanpa tulang harus dimasak dengan suhu internal 160oF. Ketika unggas dimasak secara menyeluruh, kuah akan jernih  jelas, tidak lagi berwarna merah muda.

Untuk memastikan bahwa daging dan unggas yang dimasak telah matang, Anda dapat menggunakan termometer daging untuk mengukur suhu internal. Masukkan ujungnya ke bagian paling tebal dari daging,  hindari lemak dan tulang. Untuk unggas, masukkan ujung termometer ke bagian tebal dari paha.

Ssuhu kulkas Anda harus di bawah 40oF, dan freezer Anda harus ditetapkan pada 0oF. Makanan beku memerlukan lebih banyak waktu untuk memasak – umumnya  1 1/2 kali lebih lama dari makanan yang telah dicairkan.

Selalucairkan  daging selagi di kulkas, jangan pernah di meja dapur. Kehangatan dapur dan paparan makanan lain menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan dan penyebaran bakteri. Daging dan unggas mencair dari luar ke dalam, sehingga pencairan daging dan unggas dalam lemari es akan menjaga bakteri dari tumbuh di luar sedmentara bagian dalam sedang mencair.

Jangan meninggalkan makanan tanpa didinginkan selama lebih dari 2 jam. Jangan pernah meninggalkan makanan – terutama daging – dalam oven semalaman; mikroorganisme menemukan lingkungan oven sebagai ajang penetasan yang sempurna.

Jika ada daging atau produk yangmulai memiliki bau atau warna yang tidak biasa atau tekstur  yang tidak wajar, jangan  mencicipinya.

Toh, bakteri penyebab  keracunan makanan tidak dapat dicicipi!