Panduan Menyempurnakan Aqiqah Agar Sesuai Sunnah

575

Aqiqah sudah menjadi bagian dari tradisi umat Islam.  Ini mengikuti teladan Rasulullah SAW yang  memerintahkan putrinya, Fatimah, r.a, untuk menyelenggarakan aqiqah bagi putranya, Husain.  Namun, ada bagian yang hilang dari penyelenggaraan aqiqah selama ini, yakni sedekah Dinar emas atau Dirham perak, seberat rambut bayi yang telah dicukur.

Nabi berkata kepada Fatimah:

 “Timbanglah rambut Husain dan bersedekahlah dengan berat rambut tersebut dengan (Dirham) perak dan berikanlah kaki akikah kepada suatu kaum.”

Hadits ini  diriwayatkan oleh Baihaqi, dari Ali bin Abi Thalib.

Bisa dipahami kalau sunnah aqiqah selama ini tak pernah bisa dilakukan secara lengkap, karena koin Dirham dan Dinar telah lama tak tersedia kembali di kalangan umat Islam. Dirham adalah koin perak murni seberat 2.975 gram. Dinar adalah koin emas 4.25 gr, 22 karat.

Tapi sekarang sunnah itu telah kembali. Dinar dan Dirham mudah diperoleh.Datang ke wakala dan tukarkan rupiah dengan Dinar atau Dirham.

Bersamaan dengan pencukuran rambut putra-putri yang diaqeqahi  kadang dilanjutkan dengan  tahnik.  Setelah tahnik dan pemberian sedekah  dilanjutkan dengan, seperti umumnya aqiqah,  penyembelihan dan pembagian daging aqiqah.

Demikianlah kesempurnaan aqeqah sesuai sunnah.