Pedoman Memilih Jenis Beras dan Ciri-cirinya

9765

Beras adalah makanan pokok orang Indonesia. Wajar, beras di Indonesia sangat kaya dan beragam. Bukan hanya beras putih yang biasa di konsumsi, ternyata di Indonesia juga kaya akan beras merah dan beras hitam, serta beras ketan,  yang kaya manfaat! Beras merah kaya akan serat, vitamin B1, Mg, dan kaya akan asam amino yang penting bagi tubuh. Beras hitam yang lebih spesial lagi, dan agak langka.

Berikut beberapa jenis beras yang umum ada di pasar dan ciri-cirinya:

  1. Pandan Wangi

Ciri khas beras ini terdapat pada aromanya yang berbau wangi daun pandan. Ciri yang lainnya yang bisa membantu agar kita tidak salah pilih, yaitu bentuk beras pandan wangi tidak panjang, tetapi sedikit bulat. Jika terdapat beras dengan biji yang panjang, tetapi wangi hampir dapat dipastikan beras tersebut telah dicampur dengan zar pewangi berbahan kimia. Selain itu warna beras pandan wangi sedikit kekuningan dan bening.

Saat dimasak dan setelah menjadi nasi aroma tidak pudar, nasi pulen.

  1. IR 64 (Setra Ramos)

Beras ini harganya yang cukup terjangkau dan banyak disukai oleh masyarakat perkotaan. Normalnya beras jenis ini pulen jika dimasak menjadi nasi, namun jika telah berumur terlalu lama (lebih dari 3 bulan) maka beras ini menjadi sedikit pera, dan mudah basi ketika menjadi nasi. Beras ini memiliki ciri fisik agak panjang / lonjong, tidak bulat. Beras ini tidak mengeluarkan aroma wangi seperti pandan wangi, namun seringkali pabrik / pedagang beras menambahkan zat kimia pemutih, pelicin dan pewangi pada beras ini. Maka berhati-hatilah jika menemui beras dengan bentuk lonjong, namun mengeluarkan aroma wangi, bisa jadi beras tersebut telah ditambahkan pewangi kimia.

  1. Rojolele

Beras Rojolele memiliki ciri fisik cenderung bulat, memiliki sedikit bagian yang berwarna putih susu, dan tidak wangi seperti beras pandan wangi. Nama Rojolele biasanya adalah sebutan dari daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur, namun untuk daerah Jawa Barat dan beberapa daerah lain terkadang beras ini biasanya disebut Beras Muncul.

  1. IR 42

Beras IR 42 bentuknya tidak bulat, mirip dengan IR 64 namun ukurannya lebih kecil. Beras ini jika dimasak nasinya tidak pulen, namun pera sehingga cocok untuk keperluan khusus seperti untuk nasi goreng, nasi uduk, lontong, ketupat dan lain sebagainya. Biasanya harganya relatif lebih mahal daripada IR 64 karena beras ini jarang ditanam oleh petani.

  1. Beras C4

 

Ciri fisiknya mirip seperti beras IR42 namun sedikit lebih bulat, seperti IR64 namun lebih kecil. Beras ini masih sangat jarang ditemui di pasaran, karena jarang ditanam oleh petani. Nasinya pulen seperti IR64, namun lebih pulen.

  1. Batang Lembang (Beras Jepang)

Butir-butir beras panjang, warna beras putih jernih. Nasi super pulen jika dibanding dengan varietas yang lain.  Nasi dari beras jenis ini mudah dibentuk, dikepal-kepal.

  1. Mentik Wangi Susu

Butir-butir beras pipih-kecil, warna beras putih susu (seperti ketan), aroma beras wangi.  Nasi pulen dan wangi.

  1. Beras Merah

Beras ini berwarna merah akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. Beras kupas kulit, warna merah pada beras tidak terkelupas sehingga masih banyak vitamin yang terkandung dalam setiap butiran beras merah. Beras merah kaya serat ini jika dimasak membutuhkan trik khusus untuk menghindari nasi yang keras/pera, yaitu dengan direndam terlebih dahulu kira-kira 15-30 menit sebelum dimasak.

  1. Beras Hitam

Beras ini sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam. Selain sebagai bahan pangan beras hitam juga berfungsi sebagai obat karena memiliki kadar vitamin, mikroelemen dan asam amino lebih tinggi daripada beras biasa. Nasi berwarna hitam keunguan.

  1. Beras Ketan

Ketan atau biasa disebut beras ketan, adalah makanan pokok yang biasa disajikan dalam masakan Asia Tenggara. Berbeda dengan beras lain yang menjadi makanan pokok, beras ketan adalah bahan makanan ini dapat diolah dengan cara dikukus atau direbus untuk digunakan dalam berbagai macam resep masakan. Tekstur ketan berasal dari mutasi genetik tunggal yang menyebabkannya lengket. Mengkonsumsi ketan ternyata menawarkan berbagai manfaat kesehatan dengan meningkatkan asupan mineral dan vitamin penting bagi tubuh.