Perlukah Air Beroksigen dan Air Hexagonal?

1382

Tubuh  kita sebagian ebsar (70%) memang terdiri dari air. Tanpa minum air kita hanya bisa bertahan  hidup selama tiga hari.  Karenanya manusia  harus  minum air secara cukup setiap harinya.  Tak heran para produsen memanfaatkan keperluan dasar ini untuk bisnisnya.  Hari ini banyak sekali  jumlah merk air minum dalam kemasan (AMDK), sebagian mengklaim sebagai air mineral, karena kandungan mineral tertentu yang lebih tinggi dari “air biasa”.

Belakangan marak pula air yang dijual dalam kategori  “air oksigen” dan “air  hexagonal”.  Apa sih sebenarnya air  beroksigen dan hexagonal ini? Benarkan kita memerlukannya? Apa manfaatnya?

air-jernih

Air broksigen adalah air yang ditambahi oksigen sehingga jumlahnya lebih tinggi dari kadar alamiahnya. Air ini secara khusus diolah dengan suhu dan tekanan tertentu sehingga diperoleh air yang mempunyai kapasitas mengikat oksigen lebih besar disbanding air minum umumnya. Kandungan oksigen yang ditambahkan mencapai 80 ppm/liter.

Sedangkan air heksagonal dihasilkan dari pengubahan struktur molekul air menjadi heksagonal dengan tujuan serupa yaitu mengikat oksigen.  Secara alamiah struktur air tidaklah beraturan, dengan teknik tertentu diubah menjadi segi  enam beraturan, tempat oksigen dapat diikat di dalamnya.

Menurut  beberapa penelitian pada kelinci air dengan kandungan oksigen 80 ppm di atas dapat menaikan oksigen di dalam pembuluh vena sekitar 10 mmhg.  Lebih dari itu belum ada penelitian ilmiah yang kuat yang membuktikan bahwa air beroksigen dan air heksagonalmemberikan manfaat pada ubuh secara  nyata.

Selain itu, belum ada kejelasan juga bagaimana oksigen di dalam air ini dapat diserap tubuh. Berbeda dengan paru-paru yangt secara khsus mnemang “dirancang” untuk  menyerap oksigen dari udara ke dalam tubuh.   Malah ada peringatan yang harus diperhatikan. Justru peningkatan oksigen dalam tubuh melalui meniman dan makanan dapat mempengaruhi kondisi radikal bebas di dalam tubuh manusia.

Radikal bebas dapat menyebabkan suatu proses dalam tubuh yang meningkatkan risiko kanker.  Sel-sel tubuh akan troksidasi, menjadi tidak stabil, dan dapat berkembang menjadi sel kanker. Memang  belum ada penelitian ilmiah juga tentang risiko ini dari minuman beroksigen dan heksagonal ini bila dikonsumsi terus-menerus atau dalam jumlah besar.

Tapi, berhati-hati  tentu lebih bijak.