Segepok Uang Kertas atau Secuil Emas?

1233

Suatu ketika seorang teman bertanya dengan nada sinis dan sedikit mencemooh. Barangkali lebih tepatnya ‘mempertanyakan’ ketimbang ‘bertanya’. Kalimatnya kurang lebih begini:

“Wah ntar kalau emasnya banyak, kan repot bawanya? Masak buat beli sepeda saja harus bawa berkarung-karung emas?”

Saya hanya senyum simpul mendengarkannya. Ingin rasanya geleng-geleng kepala, tapi saya tidak ingin menjawabnya dengan kalimat yang sinis pula, dan lebih memilih pendekatan logika.

Barangkali teman-teman di sini juga punya pertanyaan yang sama? Menurut saya, ini adalah anggapan yang lumrah, mengingat edukasi seputar emas dan perak masih sangat minim di masyarakat kita.

Mohon simak baik-baik! Saya akan coba menjelaskan se-logis mungkin. Pertama saya ingin memulainya dengan sebuah pertanyaan:

SEGEPOK KERTAS:
Menurut teman-teman, butuh wadah sebesar apa untuk menaruh uang kertas senilai Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) yang semuanya pecahan Rp.100.000 (nominal tertinggi di Indonesia saat ini)?
[PERTANYAAN KE-1]

Bila teman-teman ada yang bisa bantu jawab pertanyaan ini silakan tuliskan di kolom komentar. Karena saya belum pernah bertransaksi tunai dengan uang kertas sebanyak itu, maka saya hanya bisa menebak. Perkiraan saya, untuk menampung uang kertas sebanyak itu dibutuhkan paling tidak satu koper jadul yang ukurannya sedikit lebih besar dari rata-rata laptop 14’, dengan catatan semuanya dalam bentuk uang kertas pecahan Rp.100.000.

SEBONGKAH EMAS:
Gambar ilustrasi di atas dikutip dari antaranews.com menunjukkan seorang dewasa Indonesia sedang memegang 1 kg (sama dengan 1.000 gram) emas batangan dengan cetakan timbul bertuliskan “LM” —yang merupakan singkatan dari “Logam Mulia”, sebuah merk dagang PT. Aneka Tambang. Di sana juga tampak tertulis “Fine Gold, 999.9, 1 kilo”, artinya emas murni dengan kadar 99,99% atau 24 karat, dan berat 1 kilogram atau 1.000 gram.

Hari ini, ketika tulisan ini saya ketik (Rabu, 05 Juli 2017), harga emas merk ‘Logam Mulia’ PT. Antam Indonesia 24 karat seberat 1 kg (atau 1.000 gram) dibanderol dengan harga Rp.538.500.000 atau Rp.538.500/ gram.

Untuk menyederhanakan, kita anggap saja harga per gram emas murni ukuran 1 kg tersebut Rp.500.000. Sekedar informasi, semakin ringan ukuran emasnya harga per satuan gramnya semakin tinggi karena perhitungan biaya cetak.

Misalnya —sesuai data hari ini— harga emas batangan 5 gram bila dirupiahkan Rp.2.842.500 atau Rp.568.500/ gramnya, emas batangan 10 gram senilai Rp.5.615.000 atau Rp.561.500/ gramnya, emas batangan 25 gram senilai Rp.13.902.500 atau Rp.556.100/ gramnya, dan seterusnya. Anyway, sekali lagi untuk memudahkan pemahaman, kita anggap saja harga per gramnya ‘seragam’ di angka Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Maka, untuk emas batangan 24 karat seberat 1 kg dalam contoh kita ini bila dirupiahkan akan senilai Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

Pertanyaan saya, menurut Anda butuh berapa koper untuk membawa satu keping emas 24 karat seberat 1 kg seperti di gambar tersebut?
[PERTANYAAN KE-2]

Bila Anda perhatikan baik-baik gambar ilustrasi di atas, dengan asumsi postur tubuh orang yang sedang memegang emas tersebut sama dengan rata-rata orang Indonesia (artinya sama dengan Anda yang sedang membaca tulisan ini), maka emas di tangannya itu dapat diumpetin di saku celana berukuran standar. Bahkan barangkali bisa diselipin di bawah ketiak tanpa kelihatan sama sekali. Kok bisa? Sebab emas termasuk logam yang memiliki berat jenis tinggi, yaitu 19,32 gram/cm3 atau 19.320 kg/m3.

Kabar gembiranya, sebongkah emas yang sedang kita bicarakan ini senilai dengan segepok uang kertas Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) yang kita bahas duluan di atas tadi. Jadi, nilai keduanya SAMA.

KESIMPULAN:
Sekarang dapat kita simpulkan bahwa dibutuhkan setidaknya satu buah koper untuk menampung uang kertas Rp.500.000.000, sedangkan jumlah yang sama dalam bentuk emas hanya sebongkah kecil yang muat di bawah ketiak.

Lalu dari fakta ini kira-kira mana yang lebih efisien, segepok kertas atau sebongkah (kecil) emas? Mana yang lebih ‘bulky’ (makan tempat), lembaran uang kertas atau kepingan emas? Dan manakah yang lebih ribet, kertas atau emas?

Ah… untuk urusan berapa gram emas buat membeli sebuah sepeda, saya malas menjawabnya. Silakan tanya pak Jokowi yang sering ngasih hadiah sepeda buat rakyatnya yang bisa jawab pertanyaan.

Dinar emas adalah emas 22 karat berbentuk koin dengan berat 4,25 gram atau istilahnya 1 mitsqal. Sedangkan Dirham perak adalah perak murni berbentuk koin dengan berat 7/10 berat Dinar, atau 2,975 gram.

Semoga mata dan hati kita terbuka dengan secuil fakta ini. Informasi sejenis ini dapat rutin Anda simak di grup MELEK DINAR DIRHAM INDONESIA. Bagi Anda yang belum bergabung silakan klik tautan ini bit.ly/MelDinIndo, lalu klik ‘join’/ gabung.