Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 7%, Tak Kan Tercapai.

608

Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditergetkan mencapai 7%. Ini target yang tinggi, dan para analis menyatakan tidak akan bisa dicapai. Terutama untuk periode 2017-2020. Dr Sigid Kusumowidagdo menunjukkan data dan analisis berikut, dengan melansir data terbitan Rabu 11 Januari 2017.

Lembaga riset ekonomi internasional “Trading Economics” telah menerbitkan ramalan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017-2019 (berkhirnya periode jabatan pemerintah sekarang).  Angka-angka ramalan ini adalah hasil analisis global macro economic model dan analyst expections.

  1. Annual Growth  Rate (pertumbuhan tahunan GDP) 2017-2019
    Kuartal 2/2017 = 5,1 %
    Kuartal 3/.2017 = 5.2 %
    Kuartal 4/2017 = 5,2 %
    Kuartal 1/2018 = 4,9 %
    Periode sampai tahun 2020 = 5,1 %

2. Gross Domestic Product Growth Per Capita (Pendapatan Kotor Per penduduk, dalam dolar Amerika):
Kuartal 2 /2017= 3,867
Kuartal 3 /2017= 3,900
Kuartal 4/2017 = 3,933
kuratal 1/2018 = 3,954
Periode sampai tahun 2020 = 4,254

Dari perhitungan di atas dalam 12 bulan pertumbuhn ekoniomi Indonesia rata-rata antara  4,90 % dan 5,1 % di 2010 .

Dari data di atas maka target pertumbuhan ekonomi rata-rata 7 % di periode pemerintah Jokowi – JK 2014-2019 tidak mungkin tercapai. Bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dua perode pemerintah sebelumnya (pemerintah SBY), selama10 tahun yang rata-rata 6 % maka pertumbuhan ekonomi di bawah pemerintah sekarang akan lebih rendah.

Jika dibandingkan rata-rata  perumbuhan negara Asia Pasifik dan Asia Timur yang rata-rata 6 sampai 6.2 % di periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tertinggal.

Demikian pengamat ekonomi Dr Sigid Kusumowidagdo  menyimpulkan.